Loading...

HIJAU ASRI GARDEN

Menyerap Air & Mencegah Banjir...

Blog > Edukasi > Sistem Infiltrasi

Bukan Pawang Hujan, Ini Cara Taman Mencegah Banjir & Genangan Air di Halaman Rumah

5 Menit Baca Flood Control Eco Friendly
Taman dengan konsep natural stone untuk resapan air maksimal

Saat musim hujan tiba di Jabodetabek, pemandangan carport yang becek atau air selokan yang meluap ke jalan sudah jadi makanan sehari-hari. Banyak pemilik rumah panik dan mengambil jalan pintas: "Semen saja semuanya biar rapi!"

Stop! Ini adalah kesalahan fatal. Menutup seluruh halaman dengan semen atau paving block rapat justru menciptakan efek Water Run-off (Air Larian). Air hujan tidak punya jalan masuk ke tanah, sehingga ia mengalir liar, menciptakan genangan, dan memicu banjir lokal di kompleks perumahan Anda.

Rahasia Akar: Teknologi Infiltrasi Ciptaan Tuhan

Tanah yang sehat ibarat spons raksasa. Namun, agar tanah bisa menyerap air dengan cepat (Infiltrasi), ia butuh "pori-pori". Di sinilah peran vital tanaman.

Akar pohon dan rumput berfungsi menembus kepadatan tanah, menciptakan lorong-lorong mikro di bawah permukaan. Saat hujan turun, air akan mengikuti jalur akar ini masuk jauh ke dalam tanah (Water Table), alih-alih menggenang di permukaan. Tanpa akar tanaman, tanah akan memadat (kompaksi) dan air akan memantul seperti jatuh ke atas kaca.

Solusi 1: Jangan Semen, Pakai Batu Koral

Jika Anda menginginkan halaman yang rapi tapi tetap menyerap air, konsep Taman Kering (Dry Garden) adalah jawabannya. Penggunaan batu koral (gravel) sebagai penutup tanah memungkinkan air hujan langsung meresap ke dalam tanah 100%, berbeda dengan keramik outdoor yang porositasnya 0%.

Taman kering dengan batu koral untuk resapan air
Batu koral memungkinkan air hujan meresap (permeable), mencegah genangan di teras.

2. Biopori Tersembunyi

Dalam setiap proyek lanskap Hijau Asri Garden, kami sering menyarankan pembuatan lubang Biopori yang "disembunyikan" di balik rimbunnya tanaman. Lubang ini bukan hanya menyerap air, tapi juga menjadi tempat pembuangan sampah organik (daun gugur) yang akan menjadi kompos alami bagi tanaman Anda.

3. Rumput Gajah Mini vs Paving Block

Untuk area yang jarang diinjak kendaraan, pertimbangkan menanam Rumput Gajah Mini. Akar serabutnya sangat efektif menahan erosi tanah (agar tanah tidak hanyut terbawa air) sekaligus menyaring polutan air hujan sebelum masuk ke sumur resapan.

Cegah Sebelum Air Masuk Ruang Tamu

Mencegah banjir bukan hanya tugas pemerintah kota, tapi dimulai dari halaman rumah kita sendiri. Dengan menyisakan minimal 30% lahan untuk area hijau (KDB), Anda telah berkontribusi mengurangi risiko banjir bagi diri sendiri dan tetangga.

Jangan biarkan rumah impian Anda terancam genangan air kotor. Konsultasikan sistem drainase lanskap yang estetik dan fungsional bersama tim ahli kami.

Takut Halaman Rumah Jadi Kolam Dadakan?

Mari desain ulang drainase taman Anda dengan konsep Infiltrasi yang benar. Bebas becek, bebas cemas.

Konsultasi Anti-Banjir